Bupati Natuna Cen Sui Lan
NATUNA – Perjalanan seorang putri kelahiran Langkat, Sumatera Utara, hingga menjadi wakil rakyat dari Kepulauan Riau di Senayan, telah menumbuhkan kepedulian mendalam terhadap kemajuan salah satu wilayah terluar Indonesia. Cen Sui Lan, Anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar, kini memfokuskan perjuangannya untuk membangun Natuna, sebuah kabupaten yang ia sebut sebagai “beranda terdepan” NKRI.
Setelah serangkaian kunjungan kerja, Cen Sui Lan menemukan satu benang merah yang menghambat laju pembangunan Natuna: keterbatasan kewenangan daerah. Menurutnya, Natuna membutuhkan diskresi kebijakan—sebuah “kelonggaran” aturan yang mendesak dari pemerintah pusat—agar dapat berlari mengejar ketertinggalan.
”Natuna memiliki posisi yang sangat strategis sebagai garda terdepan negara kita, terletak di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang vital. Tapi, pembangunan di sini tersendat karena Natuna tidak punya kendali penuh atas kekayaan alamnya,” ujar Cen Sui Lan.
Ia mencontohkan, sektor-sektor penting seperti laut, energi, dan mineral, masih sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah pusat dan provinsi. Kondisi ini membuat roda ekonomi lokal sulit bergerak, meskipun potensi kekayaan alamnya sangat besar.
Bagi Cen Sui Lan, diskresi kebijakan ini bukan sekadar permintaan “kemudahan” administratif, melainkan kunci untuk menjaga kedaulatan negara. Tanpa pertumbuhan ekonomi yang kuat dan lapangan kerja yang memadai, ia khawatir posisi strategis Natuna hanya akan menjadi slogan semata.
”Tanpa ekonomi yang tumbuh dan lapangan kerja, bagaimana kita bisa mempertahankan kedaulatan di perbatasan? Diskresi adalah cara kita memberdayakan daerah untuk menggerakkan ekonominya sendiri, yang pada akhirnya akan memperkuat pertahanan nasional,” tegasnya.
Cen Sui Lan bertekad untuk terus menyuarakan kebutuhan ini di tingkat nasional. Baginya, memberdayakan Natuna adalah investasi masa depan yang akan menjamin kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. (Redaksi)



