NATINDONEWS.COM. ANAMBAS – Pembangunan pasar oleh Koperasi Sekar Wangi Desa Payalaman Kecamatan diSiantan pada tahun 2013 silam, menyisakan permasalahan bagi warga sekitar. Selain timbulnya persoalan hukum, kondisi bangunannya mengancam keselamatan warga.

Bangunan yang dalam kondisi miring dan terancam akan roboh, ibarat buah simalakama bagi pemerintah daerah setempat. Status aset menjadi kendala untuk kelanjutan bangunan yang menjadi harapan bagi para pedagang.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Disperindagkop, Usman mengatakan, saat ini status bangunan belum menjadi aset pemerintah daerah. Ia juga tidak menafikan ada persoalan hukum yang masih berjalan.

“Untuk sementara kami akan melakukan peninjauan ke lapangan terkait kondisi bangunan. Setidak nya kami akan mensosialisasikan kepada warga sekitar untuk tidak beraktifitas di sekitar bangunan guna menghindari kemungkinan bangunan roboh,” katanya dikutip dari metrosidik.

Selanjutnya, Usman berencana akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kejaksaan dan pemerintah daerah. “Kita akan pelajari apakah pemda dapat memberikan bantuan. Pemda bisa bantu seperti anggaran bantuan sosial kepada koperasi. Hanya saja sekarang ketuanya sedang bermasalah,” cetusnya.

Status kepemilikan aset bangunan pasar tersebut juga dijelaskan oleh Hendy, Kepala Sesi (Kasi) Koperasi di Disperindagkop kepada awak media baru-baru ini.

“Kalau dilihat dari juknis bantuan yang masuk ke rekening koperasi tentunya ini menjadi aset koperasi. Mereka dapat bantuan membangun pasar dari dana Bansos Kementerian Koperasi pada tahun 2013,” terang Hendy.

Pembangunan pasar di Desa Payalaman, Kecamatan Palmatak yang kontruksi bangunannya miring berujung ke proses hukum tindak pidana korupsi. Sebelumnya, Ketua Koperasi Sekar Wangi Palmatak, Rustam divonsi empat tahun penjara oleh pengadilan.

Meskipun demikian, kasus ini masih menjadi sorotan warga. Mulai dari proses hukum hingga ke status bangunannya. Santer terdengar, kok hanya Rustam sendiri? Padahal beberapa waktu lalu kabarnya bakal ada penambahan tersangka baru yang getol disampaikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Muhammad Bayanullah di media saat itu.

Kondisi pasar ini menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat. Acok Baso, yang merupakan eks anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas periode 2009-2014 mempertanyakan kondisi bangunan yang tidak dapat dipergunakan sama sekali.

“Hari ini bagaimana status bangunan. Jika dibiarkan begitu saja, ini akan mengancam keselamatan warga sekitar. Jika tidak layak, segera pemerintah daerah mengambil sikap apakah diperbaiki atau dirobohkan,” sebut Acok kepada, Jum’at 9 September 2019.

Selain itu Ia mengingatkan, di lokasi pasar tidak jarang dijadikan tempat anak-anak bermain dan berenang. “Jangan sampai sudah ada korban baru pemerintah bertindak,” tutupnya. (Kaswin)