Batu Miring Pelabuhan Roro Kuala Maras Tahap II Jebol Kurang dari Setahun, Diduga Proyek Asal Jadi dan Sarat Penyimpangan

Anambas, natindonews.com – Proyek pembangunan Pelabuhan Roro Letung Tahap II di Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kepulauan Anambas, yang menelan anggaran miliaran rupiah dari APBN 2024, kini terancam jebol. Pemasangan batu miring (revetment) yang dikerjakan pada Juni 2024 lalu sudah bocor dan berlubang, padahal usia konstruksi belum genap setahun.

Pantauan media ini di lokasi menunjukkan susunan batu miring dibangun di atas batu karang tanpa pondasi memadai, panjang susunan batu tersebut tampak tidak menyatu kurang lebih 2 hingga 5 meter. Dengan kerusakan tersebut terjadi maka air laut dengan mudah mengikis material, membuat batu-batu tidak saling mengunci dan terkesan hanya ditumpuk seadanya. Kondisi ini jelas menyalahi prinsip teknik konstruksi dan mengindikasikan lemahnya pengawasan lapangan.

 

Proyek yang dikerjakan oleh PT Samudera Anugrah Indah Permai (SAIP) ini awalnya bertujuan memperluas area kerja pelabuhan dengan metode reklamasi timbunan tanah. Namun kini, lubang-lubang pada timbunan sudah terlihat menganga, mengancam kekuatan struktur dan keamanan fasilitas.

Eko Pratama, pemuda asli Jemaja sekaligus Sekretaris Umum Aliansi Anambas Menggugat (ALAM), mengecam keras kondisi ini.

“Ini jelas indikasi pengerjaan asal jadi. Batu miring untuk pelabuhan harusnya tahan puluhan tahun, bukan bocor setelah beberapa bulan. Kalau dibiarkan, ini bukan hanya merugikan negara, tapi juga membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Eko menduga ada permainan antara kontraktor dan oknum pejabat terkait, mulai dari pemilihan material hingga pengawasan proyek. Ia meminta Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau segera mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini.

“Jangan biarkan Anambas menjadi ladang empuk bagi koruptor dan kontraktor nakal. Kami minta penegak hukum turun langsung sebelum kerugian semakin besar,” ujarnya.

Kerusakan ini memunculkan pertanyaan tajam: ke mana peran pengawas proyek? Apakah proses serah terima pekerjaan hanya formalitas tanpa pemeriksaan kualitas?

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor dan instansi terkait bungkam dan belum memberikan klarifikasi. Diamnya mereka justru memperkuat dugaan bahwa proyek ini sarat masalah. (TM)
.

Leave a Reply