NATINDONEWS.COM. NATUNA – Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian ,S.I.K.M.Si, perintahkan 48 Personilnya amankan jalannya demo nelayan di depan Kantor DPRD Natuna, Kamis (27/2) Batu Hitam-Bunguran Timur.

Dibantu 38 Brimobda Polda Kepri, Ike juga turun langsung untuk mengamankan jalannya demo nelayan yang tergambung dalam Aliansi Nelayan Natuna (ANNA) terkait adanya kebijakan Pemerintah pusat mendatangkan 500 buah Kapal agar tidak menggunakan cantrang.

Di awal masa jabatannya sebagai Kapolres Natuna, Ike tidak ingin terjadi hal-hal tidak diinginkan, yang membuat suasana wilayah hukum Polres Natuna tidak kondusif.

“Saya sangat apresiasi kepada masyarakat Natuna, khususnya saudara-saudara kita dari nelayan yang dapat menjaga keamanan dan ketertiban saat menyampaikan aspirasi mereka,” ungkap Ike kepada awak media usai mengamankan demo.

Ike juga memuji sikap masyarakat Natuna yang sangat santun dalam menyampaikan permasalahan di depan publik. Dirinya berharap, semua lapisan masyarakat untuk terus bisa bersama-sama dalam menjaga Kamtibmas di Natuna.

“Apalagi kita akan menghadapi Pemilukada di Natuna, saya berharap kerjasamanya kepada seluruh unsur dan elemen masyarakat yang ada di Natuna,” harapnya.

Sementara itu, dalam orasinya, ratusan massa menolak alat tangkap Cantrang yang digunakan oleh ratusan kapal nelayan dari Pantura di Daerah perairan Natuna.

“Kami tidak menolak rencana Pemerintah Pusat mendatangkan Ratusan Kapal Nelayan Pantura di laut kami, tetapi kami menolak alat cantrang yang digunakan oleh nelayan Pantura,” seru Hendri koordinator aksi dalam demo tersebut.

Aksi demo berjalan aman, dan para nelayan membubarkan diri setelah mereka diterima oleh DPRD Natuna dan Bupati Natuna Hamid Rizal. Keduanya (Bupati dan DPRD Natuna) sepakat dan menolak penggunaan Cantrang di perairan Natuna serta akan disampaikan ke Menkopolhukam bahkan ke Presiden RI. (Oki)