Pilih Laman

Natindonews.com, Natuna – Desa Air Lengit adalah Desa ex transmigrasi yang berdiri pada tahun 1983. Terletak di pulau bunguran besar tidak jauh dari ibu kota Kabupaten Natuna dengan jarak tempuh dari pusat kota kurang lebih 25 KM. Penduduk yang datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur di dominasi dari pasuruan dan cilacap ini, rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai Petani.

Desa yang statusnya Desa berkembang ini tentunya mengalami banyak perubahan. Contoh dari segi ekonomi, infrastruktur, pendidikan, sosial dan budaya dan pertumbuhan penduduk terus meningkat.

Seiring berjalannya waktu kebutuhan akan alat Komunikasi berbentuk handphone menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat Desa Air Lengit. Di awal tahun 200an Sebelum adanya internet pada saat sekarang ini, untuk menghubungkan orang-orang terdekat kita dengan menggunakan handphone bertombol biasa dengan hanya bisa untuk telpon dan sms saja, Tapi memang dulu semunya begitu sebelum ada kebutuhan akan internet seperti sekarang.

Memasuki era digitalisasi saat ini, perubahan sangatlah pesat. Keluar produk HP Android di pusat-pusat kota disaat jaringan internet mulai ada seperti 2G, 3G, H+, 4G dan sekarang ini sudah ke 5G.

Namun dengan perkembangan tersebut sangat jauh berbeda apa yang terjadi di Desa Air Lengit, ibarat api jauh dari panggang. Persoalan jaringan seluler menjadi masalah serius. Banyak keluhan dari penggunnya. Harapan dari pengguna “cukuplah bisa untuk telponan dan sms saja yang penting itu” sering terungkap oleh pengguna. Itu saja masih sering hidup mati.

Namun bagi para Milenial, hal itu tidaklah cukup, kebutuhan untuk mengakses internet sangatlah penting. Untuk mengerjakan tugas sekolah, sosmed, dan berbisnis apalagi disaat pamdemi seperti sekarang ini siswa sangat membutuhkan untuk BDR. Internet jadi makanan pokok, banyak sekali manfaatnya dan ada juga mudoratnya. Tergantung pada penggunanya. Dengan Memanfaatkan internet untuk berbisnis seperti jualan online juga bermanfaat dan menghasilkan uang. Maka hal tersebut berdampak pada peningkatan ekonomi.

Untuk seperti sekarang ini tidaklah mudah direalisasikan. Sekian lama sejak di beberapa Desa dan kota ranai sudah 4G duluan. Air Lengit masih tertinggal, sinyal hidup mati. Semuanya resah, kapan pak tower bagus? kenapa kita yang dekat dengan kota ranai sinyal belum 4G? Batubi, kelarik desa-desa lain sudah 4G.

Iya, begitulah pertanyaan yang terlontar dari warga. Berangkat dari pesoalan diatas, maka semangat awal ketika dilantik Januari 2020 lalu tertanam dibenak untuk melancarkan internet di Desa. Saya berpikir simple dengan adanya internet di Desa kita bisa maju masyarakat bisa berkarya.

Beberapa kali naik turun ke dinas membawa supucuk surat langsung mengadap Kadis Kominfo, pak Raja Darmika. Ketika naik selalu saya ajak Kades tapau pak sudiono, di Desa Tapau juga sama persis dengan Air Lengit. Kadis Kominfo pun selalu menyambut hangat, dan semangat untuk memperjuangkan Dua Desa di Bunguran Tengah yang belum tersentuh jaringan internet.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba… Gayung bersambut. Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berkerja dan berupaya untuk perluasan dan meningkatkan internet di daerah 3 T (terdepan, terluar, tertinggal) Natuna masuk di kawasan tersebut, targetnya semua wilayah Natuna bisa jaringan 4G.

Alhamdulillah… Tahun 2021 ini, Air Lengit masuk prioritas. Sekian lama menanti sejak berdiri 1983 lalu, kali ini di bangun tower jaringan seluler 4G XL. Di minggu ketiga ini sudah bisa digunakan. Sudah ada perusahaan lain lagi yang datang ke kantor untuk meminta izin akan rencana di bangun tower lagi yaitu 4G smartfren. Air Lengit dan tapau Sama-sama ada tower XL dan rencana smartfren.

Semoga dengan adanya jaringan yang memadai semuanya akan berdampak baik untuk kemajuan Desa, Masyarakat kenal teknologi dan informasi untuk membangun Negeri. (Red)