NATINDO.NEWS. NATUNA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP),Edhy Prabowo, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan di perairan Natuna. Hal ini disampaikannya kepada sejumlah awak media, Rabu 8 Januari 2020 di rumah makan Sisi Basisir saat melakukan kunjungan ke Natuna.

Menurutnya, pada tanggal 30 Desember 2019, pihaknya berhasil menangkap 3 buah kapal asing yang tengah mencuri ikan di Natuna.

“Tentunya KKP tidak bisa sendirian, kami bersama bakamla, angkatan laut, angkatan udara, kejaksaan, KPLP, beacukai dan kepolisian harus bersatu. Negara hadir di perbatasan untuk melindungi nelayan-nelayan kita, Intinya bagaimanapun kita harus melindungi nelayan kita,” ujarnya.

Disisi lain edhy menjelaskan, membudidaya lopster adalah salah satu target yang segera dilakukan, karena hal tersebut merupakan potensi besar yang harus dilakukan.

“Pilihanya begini, kita lepas di alam tidak menghasilkan lebih dari 1% tumbuh hidup,  kita membudidayakan yang bisa besar menjadi 70%  pilihanya yang mana , orang normal aja pasti milih 70% sambil kebersamaan takut berkurang alam yang 70% ini kembalikan ke alam lagi 2% misalnya ,  berarti yang alam tadi bertumbuh 1% dengan kita budidaya kan kembali 2%, tentu menjadi bertambah,” papar Edhy.

Lanjutnya, harus ada modifikasi kedepan, investasi, juga tentang pengetahuan, bukan hanya dengan cara monoton. Harus cari tempat untuk melakukan supaya ada peningkatan sehingga nelayan bisa tersenyum, pembudidayaan bisa tersenyum negara bisa kuat.

“Jangan pernah berharap kita akan kuat kalau nelayan kita, pembudidaya kita tidak tersenyum” tutupnya. (Oki)