Pilih Laman

Hadisun

Natindonews.com. Natuna – Terkait dugaan tindakan pemalsuan ijazah palsu seorang oknum anggota DPRD Natuna atas nama Ibrahim (Ib), beberapa pejabat di Dinas Pendidikan Natuna telah diperiksa penyidik Polda Kepri.

Pada pemberitaan sebelumnya, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Agus Supardi telah diperiksa oleh penyidik Polda Kepri. Selanjutnya Hadisun juga mengaku telah dipanggil oleh penyidik untuk diperiksa lantaran ada tanda tangan dirinya pada legalisir ijazah paket B dan C Ibrahim yang digunakan untuk maju pada Pileg 2019 lalu.

Hadisun yang kala itu menjabat sebagai Kabid Kebudayaan & Pendidikan Luar Sekolah di Dinas Pendidikan Natuna, memang menjadi salah satu tugasnya untuk melegalisir ijazah, untuk membuktikan bahwa foto copy ijazah tersebut sah sesuai dengan aslinya.

Namun sewaktu dirinya diperiksa oleh penyidik Polda Kepri, dirinya ragu bahwa tanda tangan legalisir pada Ijazah Paket B dan C Ibrahim itu tanda tangan dirinya.

“Memang itu mirip tanda tangan saya, tapi saya tidak yakin itu saya yang tanda tangan,” ungkap Hadisun kepada media ini Rabu (13/10) melaui handphone selulernya.

Selain itu, kata Hadisun, dirinya tidak akan melegalisir ijazah paket B maupun C (yang kala itu masih kewenangan kabupaten) tanpa dilengkapi dengan data pendukung.

“Salah satunya daftar nilai, kalau nama dan dan hasil nilai ujian bersama tidak terdaftar, maka saya tidak akan tanda tangan dan legalisir ijazah tersebut,” terangnya.

Meski tanda tangan pada legalisir ijazah paket B dan C milik Ibrahim mirip dengan tanda tanganya, Hadisun tidak yakin itu tanda tangan dirinya, apalagi nama pemilik ijazah tersebut tidak ada pada daftar nilai rata-rata ujian Nasional (NRLHB) pada PKBM yang menerbitkan ijazah paket Ibrahim.

“Biarlah proses ini berjalan, dan kita percayakan kepada pihak penyidik, saya yakin kebenaran akan terungkap,” pungkasnya. (Zal)