Natuna (natindonews.com)_Kabar terkait gagalnya pemerintah Indonesia untuk mengambil alih dan mengatur sendiri wilayah udara bagian Utara, Kepulauan Riau, maka mau tak mau pemerintah Indonesia harus rela setiap pesawat yang melintas diatas langit Natuna wajib menyampaikan izin terlebih dahulu kepada Air Trafict Control (ATC) Singapura, membuat kecewa masyarakat Natuna.

Pasalnya hal ini menjadi salah satu penyebab mahalnya tiket pesawat dari dan menuju ke Natuna. Kabar ini disampaikan oleh Komandan Lanud Raden Sadjad Ranai Kolonel (PNB) Azhar Aditama saat konferensi pers beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengaku kecewa dengan apa yang telah terjadi. Menurutnya permasalahan ini sangat serius dan pemerintah pusat bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya. Untuk itu dirinya akan menggandeng semua pihak terkait untuk mendesak pemerintah pusat agar bisa merebut wilayah udara Natuna dari Singapura.

“Dalam waktu dekan kita akan mengundang Komandan Lanud dan membicarakan hal ini,” jelas Yusripandi (5/3) di kantin DPRD kepada sejumlah awak media.

Nantinya Yusripandi akan minta penjelasan lebih rinci terkait hal ini kepada Danlanud, dan berunding dengan berbagai pihak terkait untuk mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil alih hak wilayah udara Natuna.

“Kalau memang seperti ini keadaanya jelas Natuna sangat dirugikan” ketus Yusripandi.

Menurutnya, apabila hal ini memang salah faktor penyebab mahalnya tiket pesawat untuk rute Natuna, dirinya pesimis perkembangan Natuna bisa maju dengan pesat. Hal ini tentu juga sebagai penyebab penghambat program presiden yang mulai pembangunan dari daerah pinggiran.

Natuna sebagai daerah pinggiran dan yang digadang-gadang dipercepat pembangunan disektor wisatanya, tidak akan berhasil kalau tiket pesawat mahal terus. Dengan harga tiket pesawat seperti sekarang ini, bisa dipastikan Pariwisata Natuna akan jalan ditempat, karena orang akan berfikir dua kali untuk datang ke Natuna. (@i)