Pilih Laman

Natindonews.com. Natuna – Pemerintah Republik Indonesia tindak tegas para pelaku pelaku illegal fishing di laut Indonesia.

Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kejaksaaan Republik Indonesia kembali melaksanakan penenggelaman 10 kapal illegal fishing, Rabu (31/3) di laut Natuna.

Tindakan ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah sekaligus pesan tegas buat para penjarah ikan di perairan laut Indonesia oleh nelayan asing.

Sekretaris Jenderal KKP yang juga Plt. Direktur Jenderal PSDKP, Antam Novambar

Hal ini menunjukan bahwa, aparat Indonesia tidak main-main terhadap para pencuri ikan. Hal ini seiring dengan kebijakan Menteri Trenggono yang juga bersikap tegas dalam menjaga kedaulatan pengelolaan perikanan di WPP-NRI.

Menurut Sekretaris Jenderal KKP yang juga Plt. Direktur Jenderal PSDKP, Antam Novambar eksekusi penenggelaman terhadap 10 kapal tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Natuna dan Kejaksaan Negeri Karimun.

“Penenggelaman ini merupakan sikap tegas bersama yang menunjukkan bahwa kita semua sangat serius memberantas illegal fishing”, Antam.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Hari Setiono

Antam juga memberikan apresiasinya kepada jajaran Kejaksaan RI yang selama ini telah mendukung KKP dalam pemberantasan illegal fishing termasuk dalam proses eksekusi penenggelaman 10 kapal tersebut.

Sementara itu Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung, Erlan Suherlan menyampaikan bahwa 10 (sepuluh) kapal asing yang dimusnahkan, 8 (delapan) merupakan barang bukti yang perkaranya ditangani penuntut umum Kejaksaan Negeri Natuna, sedangkan 2 (dua) kapal merupakan barang bukti perkara dalam perkara perikanan yang ditangani Kejaksaaan Negeri Karimun.

“Kami sebagai eksekutor putusan pengadilan, tentu mendukung langkah-langkah pemberantasan illegal fishing di perairan Indonesia”, ujar Erlan.

Selanjutnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Hari Setiono menerangkan bahwa kesepuluh kapal tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan diberi pemberat agar tenggelam. Dengan cara tersebut diharapkan dampak negatif terhadap lingkungan perairan sekitar dapat diminimalisir.

“Penenggelaman ini diharapkan tidak memberikan dampak bagi lingkungan, dan kapal yang ditenggelamkan dapat menjadi rumah ikan”, ujar Hari.

Pemusnahan 10 kapal illegal fishing ini menambah panjang daftar kapal pencuri ikan yang dimusnahkan pada tahun 2021. KKP dan Kejaksaan RI telah memusnahkan 26 kapal ikan asing ilegal di Batam, Aceh, Pontianak dan Natuna. (Red)