NATINDONEWS.COM. NATUNA – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Kepri non aktif Nurdin Basirun oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, membuat Wakil Ketua Komisi Dua DPRD Natuna, Marzuki khawatir ada amplop atas nama pengusaha Natuna di Rumah Dinas (Rumdis) Gubernur Kepri untuk memuluskan pemenangan sejumlah proyek di Natuna. Hal ini disampaikanya, Senin (15/7) di ruang kerjanya.

Ia mengatakan tidak tertutup kemungkinan adanya oknum pengusaha nakal dari Natuna yang bermain “nakal” dalam memenangkan sejumlah proyek di Natuna. Mengingat adanya puluhan milyar proyek provinsi untuk pembangunan di wilayah Kabupaten Natuna.

“Kalau tidak salah, saya dengar ada beberapa kardus berisi uang di Rumah Dinas Gubernur yang masih ada nama dari para oknum pengusaha. Apakah di salah satu kardus berisi uang tersebut ada nama pengusaha Natuna? Tapi saya harap tidak ada nama dari pengusaha Natuna,” ucapnya khawatir.

Dari kejadian yang menimpa Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan tersangka lainya, Marzuki berharap hal tersebut jadi pembelajaran bagi semua orang. Ia berharap proses lelang pengadaan barang dan jasa di Natuna khususnya, agar dapat berjalan sesuai prosedur tanpa adanya praktek-praktek yang melanggar hukum.

“Untuk mendapatkan proyek berkompetisilah dengan baik, jangan pakai cara-cara yang dilarang, seperti menyuap pejabat atau memberi gratifikasi. Karena mendapatkan proyek dengan menggunakan suap, tentu hasil pekerjaan juga kurang baik,” ungkapnya.

Dalam komentarnya, Marzuki berpesan agar jangan bermain curang dan melakukan penyuapan terhadap para pejabat untuk mendapatkan proyek.

“Pejabatnya juga jangan mau disuap, kalau masih melakukan resiko penjara menanti anda,” tutupnya. (Red)