Natuna – Dalam upaya melestarikan warisan budaya tak benda Indonesia, Balai Pelestarian Kebudaya (BPK) wilayah IV, Kementerian Kebudayaan melakukan kegiatan workshop untuk melestarikan tiga seni budaya tradisional di Natuna, khususnya di Pulau Tiga. Seni budaya yang hampir punah tersebut adalah Mendu, Langlang Buana, dan Tari Topen, Minggu 10 Agustus 2025.
Mendu dan Langlang Buana sudah termasuk dalam warisan budaya tak benda Indonesia, dan BPK berupaya untuk melestarikan kesenian ini dan memperkenalkannya kepada generasi muda. Workshop ini akan diikuti dengan pertunjukan di Pulau Tiga selama tiga hari, dengan harapan kesenian ini dapat lestari dan berkelanjutan.
Pulau Tiga dipilih sebagai lokasi karena memiliki beberapa kesenian tradisional yang unik, seperti zapin dan gondang silat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan kebudayaan tradisional.

“Dengan mengadakan kegiatan ini, kita berharap masyarakat dapat hadir dan peduli terhadap pelestarian kebudayaan tradisional,” kata Ardiansyah, staf perencanaan BPK wilayah IV.
BPK memiliki fokus pada perlindungan warisan budaya, baik yang berbentuk fisik maupun tak benda. Dengan kegiatan ini, BPK berupaya untuk melestarikan warisan budaya tak benda di Natuna dan memperkenalkannya kepada generasi muda.

Hasil workshop ini akan ditampilkan di Pulau Tiga selama tiga hari, dengan harapan kesenian ini dapat lestari dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadikan Pulau Tiga sebagai desa budaya di masa depan.
Dengan upaya pelestarian ini, kita dapat membantu melestarikan kesenian tradisional yang hampir punah dan memperkenalkannya kepada generasi muda, sehingga warisan budaya tak benda Indonesia dapat terus lestari dan berkembang. (Har)



