Natindonews.com, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna tengah gencar memanfaatkan teknologi digital untuk menangani berbagai urusan pemerintahan termasuk penyerapan aspirasi masyarakat.

Terkait hal ini Bupati Natuna Hamid Rizal menegaskan informasi berbasis tekhnologi digital sangat di perlukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mendukung kinerja pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kemampuan pembangunan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Hal ini menjadi penting karena teknologi digital dapat mempermudah dan memperlancar berbagai urusan yang baik dijalankan pemerintah maupun oleh masyarakat.

“Satu hal yang menjadi keperluan dasar kita di Natuna dibelakang ini adalah ketersediaan layanan telekomunikasi yang memadai. Keberadaannya sangat penting untuk mempermudah dan memperlancar urusan urusan kita di daerah baik yang menyangkut ke pemerintah maupun ke masyarakatan,” kata Hamid di gedung Sri Srindit beberapa hari yang lalu

Ia menyebutkan peran teknologi berbasis digital sudah terbukti cukup ampuh dalam menumbuhkan kemampuan pemerintah dan masyarakat pada pelaksanaan kegiatan. Apalagi belakangan ini pemerintah daerah di tuntut untuk melakukan berbagai inovasi dan pengembangan potensi daerah.

“Cuma sayang sekali informasi yang berbasis digital belum bisa menjangkau seluruh wilayah yang ada di kabupaten Natuna. Inilah yang perlu kita kembangkan agar komunikasi antar pemerintah dan masyarakat dapat terjalin lebih baik lagi,” tandasnya

Menyikapi hal yang di atas pemerintah kabupaten Natuna telah menyediakan beberapa sarana yang melayani komunikasi langsung antara pemerintah, masyarakat dan badan badan layanan publik lainnya.

Layanan komunikasi itu diantaranya berupa layanan komunikasi WhatsApp dimana pemerintah telah membuat grup chat WhatsApp yang di beri nama “Pengaduan Aspirasi Masyarakat Natuna” .

Layanan pengaduan ini dibuka oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kabupaten Natuna dalam menerima berbagai keluhan warga, sehingga diketahui dan dapat segera ditindak lanjuti oleh pihak atau instansi terkait.

Terobosan ini patut diapresiasi karena sangat membantu warga maupun petugas dari badan-badan publik serta aparat terkait sesuai tugas masing-masing. Layanan ini cukup sederhana dengan hanya memanfaatkan kemajuan tekhnologi melalui chat WA.

Kepala Diskominfo Natuna Raja Darmika menjelasakan, pelayanan masyarakat yang diberi nama: “Pengaduan Aspirasi Masyarakat Natuna” ini hanya memanfaatkan program chat WA Grup, yang tersedia di ponsel pintar seperti android dan smartphone.

“Layanan ini tidak berbiaya, karena cukup membuka WA Grup di ponsel kita, lalu menghubungi para pihak atau instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, untuk kita minta bergabung dalam WA Grup,” jelas Raja

Ia mengatakan, meski sederhana namun layanan ini cukup efektif dalam merespon berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan lewat chat WA Grup. Sebab, setiap pengaduan yang masuk langsung mendapat tanggapan dari instansi yang berkaitan langsung dengan keluhan yang disampaikan masyarakat.

Misalnya, dalam pengaduan pemadaman listrik tersebut, karena listrik padam secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya, warga lalu menyampaikan pengaduan lewat WA Grup, yang langsung direspon dan ditindaklanjuti petugas PLN, yang sudah bergabung dalam grup.

“Jadi, warga tak perlu telepon lagi atau datang ke kantor PLN. Begitu dengan pelayanan lain, seperti pelayanan e-KTP, pendidikan, kesehatan, perizinanan, PDAM dan Telkom, akan langsung direspon dan ditindaklanjuti yang bersangkutan,” paparnya.

Sejak layanan ini dibuka, sambung Darmika, hampir setiap hari ada masuk pengaduan warga, dan sejauh ini selalu ditanggapi dan segera ditangani oleh pihak berkompeten.

Bukti adanya penanganan aduan, selalu diinformasikan dalam grup, baik oleh warga maupun petugas lapangan. “Pengaduan yang sering masuk terkait listrik (PLN), air bersiah (PDAM), jalan umum dan gangguan Telekomunikasi,” katanya.

Saat ini, sambung Darmika, badan-badan publik yang sudah bergabung diantaranya Dinas Kominfo Natuna, Kesehatan, Pendidikan, Perizinan, PUPR, dan Dinas Kependudukan, juga dari PLN, PDAM, Telkom/Telkomsel dan Kepolisian Sektor Bunguran Timur.

Anggota yang bergabung sudah mencapai 197 orang. Yang teridiri dari badan-badan publik, aparat kepolisian dan masyarakat umum.

“Ke depan ini kita berencana membuat aplikasi berbasis website, yang kita namai: e-Ngadu, elektronik natuna gerbang aduan dan usulan,” ungkap Darmika. (Red)