Kapolsek Midai, Ipda Jusmori Hutapea.
NATUNA – Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Pulau Midai kini terasa semakin kondusif berkat sentuhan humanis yang diterapkan oleh Kapolsek Midai, Ipda Jusmori Hutapea.
Sesuai arahan Kapolri, alih-alih berjarak, polisi di Midai memilih meja kopi sebagai ‘markas’ dialog bersama warga. Tak jarang dirinya sering ngopi bareng bersama warga dan tokoh masyarakat setempat. Jg
Pendekatan ini terwujud dalam kegiatan rutin ngopi pagi di desa-desa, seperti yang baru-baru ini digelar di Desa Air Putih. Dalam suasana santai, Ipda Jusmori duduk setara dengan Kepala Desa, perangkat, hingga tokoh masyarakat, berdiskusi mengenai berbagai persoalan—mulai dari kamtibmas, cuaca ekstrem, hingga isu kenakalan remaja.
”Kami ingin masyarakat merasa aman dan dekat dengan kepolisian. Silakan lapor kalau ada hal mencurigakan, sekecil apapun,” ujar Ipda Jusmori, yang juga aktif membagikan nomor ponsel pribadinya agar komunikasi dengan warga dapat terjalin tanpa sekat, 24 jam sehari.
Selain membangun kedekatan melalui dialog, Polsek Midai juga menekankan pelayanan publik yang prima dan humanis. Komitmen ini terlihat saat pengamanan dan pelayanan penumpang kapal perintis KM Bahtera Nusantara di pelabuhan yang menjadi urat nadi pulau, maupun ketika melayani ratusan warga yang memadati Mapolsek untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dengan cepat dan tertib.
Langkah humanis ini terbukti efektif. Warga menyambut baik dan berinisiatif mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di setiap dusun. Sinergi antara polisi, TNI (Babinsa), dan warga menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi Midai yang aman dan tenteram, sejalan dengan konsep ‘Polisi Penolong’ yang dicanangkan pimpinan Polri. (Tj)



