Oleh: Buana Hepi

NATINDONEWS.COM. Cita-cita adalah keinginan atau kehendak yang selalu berada di fikiran. Cita-cita adalah hak setiap yang bernafas dan berakal. Cita-cita adalah semangat sesorang dalam menjalankan hidupnya. Cita-cita adalah pemicu seseorang untuk bergerak maju melangkah ke depan. Cita-cita adalah asa bagi mereka yang berjuang.

Apajadinya semisal  tidak ada cita-cita? Apajadinya semisal  cita-cita itu hilang? Apajadinya semisal cita-cita itu dipupuskan? Diabaikan? Dimatikan? Hanya karena Indonesia ku yang kaya raya ini terlalu baik kepada teman-temannya, sehingga anak-anaknya yang setanah air dan sebangsa terlantar dan kelaparan.

Contoh kasus disebuah pulau kecil yang terletak di ujung utara NKRI berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja dan Tailand. Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau pulau kecil perbatasan yang jauh dari ibu kota Jakarta.

Selain itu Kabupaten Natuna merupakan jalur pelayaran Internasional Negara Hongkong, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Kabupaten Natuna juga terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1.400.366.470 barel, sedangkan gas bumi mencapai 112.356.680.000 barel.

Mirisnya adalah minim dan mahalnya sarana dan prasarana pendidikan serta  biaya hidup yang tinggi di Kabupaten Natuna, menjadi kesulitan tersendiri bagi para pemuda yang berada di tengah negara ASEAN tersebut. Usai menyelesaikan pendidikan di tingkat SLTA, para pemuda Natuna yang orang tuanya hanya sebagai nelayan atau buruh upah harus mengubur mimpinya untuk kuliah di sebuah universitas. Mereka lebih memilih pergi ke laut menjadi nelayan membantu orang tuanya dibandingkan menambah beban keluarga.

Padahal dengan segala kekayaan alam Natuna yang melimpah dan potensi potensi yang tersedia di sana, seperti tempat wisata dan kulinernya yang khas. Pemerintah seakan meminum air laut Natuna, padahal yang di keruk adalah isi perut bumi di bawah wilayah lautan Natuna itu sendiri. Nelayan-nelayan masih mencari pundi pundi uang hanya untuk membeli beras dari hari ke hari. Pemuda pemuda turun ke Laut menantang murkanya lautan dimalam hari hanya demi mengumpulkan harapan untuk meniti masadepan.

Namun dari keterbatasan keterbatasan ekonomi tersebut,  tidak membatasi sedikit dari mereka untuk nekat merantau dan kuliah sambil bekerja. Dengan modal berangkat melaut, kemudian mengumpulkan rupiah untuk bekal awal ditempat perantauan. Saya sangat apresiasi kepada teman-teman yang mempunyai tekat baja untuk meraih mimpi dan citanya.

Seharusnya, pemerintah daerah maupun pusat peka terhadap keinginan dan semangat mereka untuk mencapai mimpi mereka agar dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Kita setuju bahwa para pemuda tidak boleh cengeng, lemah dan pasrah dengan keadaan. Namun bukankah tanggung jawab terbesar berada dipemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan cita-cita bangsa ini? Pemerintah dapat memenuhi sarana dan prasarana yang diinginkan oleh para pemuda ini dengan membangun sebuah universitas di perbatasan Natuna khususnya atau didaerah daerah lainnya, agar mereka merasa diperhatikan oleh negara yang ‘katanya’ telah merdeka ini.

Contoh sebagian kecil dari berbagai daerah di seluruh penjuru NKRI. Asa untuk meraih cita-cita tak akan mati bagi mereka yang menggenggam cita-cita itu dengan sepenuh hati. Pemuda Indonesia yang sekarang merasakan dinginnya udara AC di dalam ruang perkuliahan, pemuda Indonesia yang kelak menjadi pemegang  kekuasaan Negara tercinta ini. Lihatlah kawan mu, tanyakanlah cerita hidup pahit mereka. Lalu simpanlah di dalam otakmu untuk pengingatmu saat engkau menggantikan tirani-tirani kantung semar saat ini.

Pemuda! Teruslah berkarya, teruslah mencari jatidiri! Teruslah berjuang tak henti! Jalan hidupmu kau sendiri yang menggoreskan, dengan petunjuk sang Esa. Teruslah merajut asa, teruslah membina Indonesia untuk anak cucumu kelak. Jangan jadi seperti kakek nasional kita Hutang menggunung layaknya Himalaya.

Seruan tertuju kepada pemuda di seluruh penjuru NKRI. Ayo bangkit pemuda pemuda, jangan menyerah. Di hari sumpah pemuda ini, terus kobarkan semangatmu, gapai mimpimu agar kelak kau jadi pemimpin yang terhormat, untuk kemajuan daerah, negara dan bangsamu. (***)