NATINDONEWS.COM. NATUNA – Terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Kabupaten Natuna pada 2020 mendatang, segala persiapan tengah dilakukan. Baik dari segi administrasi, sarana dan prasarana kegiatan serta perlengkapan lainya. Kegiatan ini bakal melibatkan beberapa dinas dan bagian pemerintah daerah Natuna.

Hal ini disampaikan oleh Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Natuna Suherman usai rapat dengan Sekda Natuna dan instansi terkait persiapan Popda 2020.

“Dalam rapat tadi, dinas-dinas serta bagian  yang terlibat akan bertanggungjawab sesuai dengan kapasitasnya. Ini dilakukan demi suksesnya pelaksanaan Popda 2020 di Natuna,” ungkap Suherman dihadapan beberapa awak media, Rabu (8/5).

Sekda Natuna Pimpin Rapat Pelaksanaan Popda 2020

Dalam keterangannya, Suherman mengatakan bahwa pemerintah Natuna yakin dapat melaksanakan Popda dengan baik dan sukses. Namun diakuinya ada beberapa kendala kelengkapan sarana dan parasarana yang harus dipenuhi.

“Semua sarana dan prasarana olahraga yang dipertandingkan kita akan siapkan. Namun demikian kita akan tetap tagih janji pemerintah Provinsi Kepri untuk membuatkan kolam renang di Natuna,” tegas Suherman.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepri akan menyiapkan kolam renang bila Natuna menjadi tuan rumah Popda 2020.

“Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kepri harus komitmen dengan janji yang pernah disampaikan, oleh karenanya kita akan terus mengajukan pembuatan kolam renang tersebut,” jelasnya kemudian.

Untuk antisipasi keterlambatan pembuatan kolam renang, kata Suherman, Pemerintah Daerah Natuna memiliki alternatif lain dengan menggunakan atau menyewa kolam renang milik swasta yang ada.

Dalam Popda nanti, seluruh atlet akan merebutkan kejuaraan pada sepuluh cabang olahraga, diantaranya Bola voli, Pencak silat, Atletik, Sepak bola, Bola basket, Tenis lapangan, Tenis meja,  Bulutangkis,  Renang, dan Sepak takraw.

“Kita berharap doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Natuna, agar pelaksanaan Popda nanti dapat terlaksana dengan sukses tanpa ada kendala yang berarti,” tutup Suherman. (Red)