Protes Pemuda Jemaja Timur: Pelabuhan Roro Kuala Maras Megah di Luar, Bobrok di Dalam

ANAMBAS, NATINDONEWS.COM – Pembangunan Pelabuhan Roro tahap II di Kuala Maras, Jemaja Timur, menuai kekecewaan dari kalangan pemuda setempat. Meskipun tampak megah dari luar, kondisi di dalam pelabuhan dinilai sangat memprihatinkan dan menunjukkan pengerjaan yang tidak maksimal.

​Pada Kamis (7/8/2025), tim gabungan yang terdiri dari tokoh pemuda, Plt Camat Jemaja Timur, dan Kepala Desa Kuala Maras melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah kekurangan fatal yang membuat proyek senilai miliaran rupiah ini dianggap belum rampung sepenuhnya.

​Salah seorang tokoh pemuda, Antoni, mengungkapkan bahwa banyak item pekerjaan yang seharusnya terpasang namun masih mangkrak. Beberapa di antaranya bahkan sudah mengalami kerusakan meskipun proyek belum genap setahun.

​”Dari pantauan kami, ada beberapa item yang belum dikerjakan dan sudah rusak. Pemasangan ACP di bagian luar gedung utama belum ada, padahal ini penting agar air hujan tidak masuk ke dalam ruang tunggu,” jelas Antoni.

​Ia menambahkan, tiga pintu kamar mandi bagian luar juga belum terpasang, sementara kubah beton musala belum dilengkapi dengan logo. Di dalam ruang tunggu terminal, kekosongan terasa jelas karena belum ada perlengkapan furnitur seperti kursi, meja, AC, dan kipas angin.

​Proyek yang digarap oleh PT Samudera Anugrah Indah Permai (SAIP) dengan anggaran dari APBN 2024 ini seharusnya sudah memberikan fasilitas yang layak. Namun, kondisi di lapangan jauh dari harapan.

​”Kami sangat kecewa. Di luar terlihat bagus, tapi di dalam kondisinya sangat memprihatinkan. Ini membuktikan pengerjaan tidak maksimal dan ada dugaan pengawasan yang lemah,” tegas Antoni.

​Melihat kondisi ini, para pemuda mendesak pihak kontraktor segera menyelesaikan semua kekurangan yang ada. Mereka juga meminta aparat penegak hukum turun tangan.

​”Kami meminta Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau segera mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini. Jangan biarkan Anambas menjadi ladang empuk bagi koruptor dan kontraktor nakal,” serunya.

​Antoni berharap, penegak hukum segera bertindak sebelum kerugian negara semakin besar akibat proyek yang tidak berkualitas ini. (TM)

Leave a Reply