NATINDONEWS.COM, BATAM –Seringnya terjadi penyelundupan barang ilegal masuk wilayah Kepri,  membuat gerah Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika ( GRANAT) Kepri, Syamsul Paloh.

Pernyataanya ini seperti dilansir dari media Keprionline.co.id, yang menyorot tajam terkait maraknya kegiatan penyelundupan di Kota Batam, Rabu (31 Maret 2021).

Menurut Syamsul Paloh, peran aparat sangat penting membasmi para penyelundup tersebut.

“Aparat Bea dan Cukai agar menindak serta menyeret ke meja hijau para pelaku penyeludupan atau pemasuk barang-barang ilegal ke wilayah hukum Kepri khususnya Batam,” ucapnya.

Menurut Syamsul Paloh, yang perlu di waspadai oleh aparat dari aksi penyelundupan seperti balpres, mikol, rokok, elektronik dan barang ilegal lainnya, baik yang berasal dari luar negeri ke wilayah Batam dan dari Batam ke daerah lainnya di Indonesia.

“Apabila kegiatan tersebut dibiarkan atau tanpa ada pengawasan ketat, dikhawatirkan adanya modus penyelundupan Narkotika yang di sisip lewat barang-barang ilegal tersebut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, lokasi penyelundupan para mafia penyelundup cendrung menggunakan jalur laut. Mereka memanfaatkan pelabuhan ilegal atau dikenal dengan pelabuhan tikus yang keberadaannya terkenal di seantaro Batam.

“Kepulauan Riau, khususnya Batam, merupakan wilayah perairan yang zona kelautannya berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand. Kondisi ini, membuka peluang kejahatan Transnational Crime khususnya kejahatan Narkotika serta penyelundupan, mikol, rokok dan barang ilegal lain nya,” beber Syamsul.

Untuk mendapat efek jera, kata Syamsul Paloh, maka aparat harus menunjukkan keseriusan serta komitmennya dalam menindak, memberantas penyelunpan yang melanggar hukum, merugikan negara dan dilarang UU.

“Tangkap dan penjarakan Aktor intelektual pelaku penyeludupan tersebut,” tegasnya.

Namun demikian, DPD Granat Kepri, mengapresiasi atas keberhasilan yang telah dilakukan oleh Guskamla Koarmada I KRI Alamang-644, telah menggagalkan aksi penyeludupan 1.673 bal rokok ilegal tanpa pita cukai di perairan Batu ampar Batam , sabtu (27/03/2021) lalu.

Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen aparat penegak hukum dalam menindak aksi penyelundupan yang dilakukan oleh mafia dan para sindikat penyelundup.

“Saya minta kepada aparat terkait untuk menjadi perhatian khusus terhadap kejahatan penyelundupan , apalagi di tengah situasi kesulitan bangsa saat ini (Covid-19) harus diberi hukuman berat. Tidak ada toleransi untuk aksi penyelundupan,” imbuhnya.

Syamsul Paloh juga mengingatkan, Natuna sebagai kepulauan perbatasan berhadapan lansung dengan negara Vietnam dan Thailand harus menjadi  perhatian khusus terhadap masuknya barang kejahatan Narkotika. (Red)