NATINDONEWS.COM. NATUNA – Terkait adanya pemberitaan di media ini sebelumnya, tentang dugaan pembebasan lahan “fiktif” di Desa Sungai Ulu tahun 2017 lalu, mendapatkan perhatian khusus oleh Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK. Dirinya perintahkan langsung Satuan Reskrim Polres Natuna untuk mengusut tuntas permasalahan ini.

Menurutnya, tim penyidik Reskrim Polres Natuna, telah mempelajari dan akan melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang serta pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

“Polres Natuna akan segera melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. Surat pemanggilan telah dibuat,” ucap  Nugroho, Selasa 09/07/2019, kepada sejumlah wartawan di Pantai Kencana.

Lanjutnya, jadwal pemanggilan rencananya akan dilakukan pada hari kamis mendatang, dengan menghadirkan beberapa nama dari pihak untuk periksa dan dimintai keterangan.

“Setelah itu barulah kita tau hasilnya. Rekan -rekan sabar dulu. Kami Polres Natuna berkomitmen untuk memberantas kasus korupsi. Apalagi anggaran tersebut bersumber dari dana Desa. Presiden RI, lewat Kapolri telah memerintahkan kami untuk melakukan pengawasan terhadap Dana Desa,” papar Nugroho.

Sementara itu, Kades Sungai Ulu Hermanto selaku pengguna dana desa mengaku jika lahan kuburan di Desa Sungai Ulu ada. Hal tersebut dikatakan Hermanto sambil menunjukkan bukti kepemilikan surat tanah yang telah dibebaskan oleh pihak desanya.

“Suratnya ada kok, harganya Rp 14.000/ meter. Luas 1 Ha, jadi totalnya Rp.147 .000.000,” terang Hermanto.

Hasil investigasi wartawan koran ini, bersama sejumlah rekan kuli tinta lainya, menunjukkan ada ketidak beresan dalam pengadaan Lahan TPU di Desa Sungai Ulu tersebut. Pasalnya dari hasil rekaman yang diterima media ini, ada pengakuan  antara anggota BPD dengan salah seorang masyarakat, terkait adanya bagi-bagi dalam pembelian lahan TPU.  Sejumlah oknum perangkat  desapun, dituding  “kecipratan”.

Bahkan dalam rekaman terungkap  besaran  jumlah dana serta siapa saja yang menikmati anggaran tersebut. Lalu timbul pertayaan, jika benar lahan tersebut ada, apakah harganya sesuai dengan NJOP? (Red)