NATINDONEWS.COM. TUBA – Tanah terminal Menggala disegel sang ahli waris tanah (pemilik sah). Penyegelan tanah ini dilakukan tentunya atas dasar yang kuat dan memiliki hak ahli waris, dan tanah tersebut belum pernah dialihkan atau dihibahkan kepada pemeritah Kabupaten Tulang Bawang. Hal ini dipaparkan oleh kuasa hukum ahli waris pak Amalhum Maneko Dilah Bilhuda, SH.

Selain itu, anak pemilik lahan (tanah) terminal Menggala, Juanda menggtakan kepada wartawan bahwa tanah terminal Menggala tidak pernah mereka hibahkan atau sewakan kepada siapapun baik perorangan maupun pemeritah Kabupaten Tulang Bawang  Lampung.

Awal mula tanah yang di jadikan terminal menggala tersebut berawal dari peminjaman sang ahli waris tanah kepada salah satu camat menggala pada tahun 1984 dengan ketentuan apa bila tanah tersebut di perlukan maka tanah tersebut akan tetap diambil sang ahli waris.

Keputusan soal peminjaman tanah tersebut sudah di tentukan di pengadilan bahwa tanah tersebut hanya dipinjamankan tidak untuk di hibahakan ataupun disewakan kepada siapapun.

Didalam penyegelan tanah tersebut sang ahli waris tanah juga ikut hadir dan coba menjelaskan kepada awak media yang meliput kejadian penyegelan tanah terminal Menggala Kabupaten Tulang Bawang.

Hj. Muhammad Zen sang ahli waris tanahpun juga mengatakan bahwa tanah tersebut hanya di pinjamkan tidak disewakan atau dihibahkan ataupun berbagi hasil sampai dengan saat ini.

“Saya kecewa pemerintah berjanji akan memberiakan pekerjaan kepada  keluarga saya di pemerintah tersebut tetapi tidak ada satupun keluarga saya yang berkerja di pemerintah Tulang Bawang  tersebut,” papar H. Muhammad Zen.

Sementara, kuasa hukum Bilhuda, S. H, mengatakan, pihaknya berharap kepada pemerintah Tulang Bawang agar dipulihakan kembali tanah klienya.

“Bila pemerintah Kabupaten Tulang Bawang bersihkukuh angkat menggunakan terminal Menggala ini kami membuka akses agar bisa berkomunikasi dengan kami,” ungkapnya.(Robinsah)