NATINDONEWS.COM. NATUNA – Kunjungan DPR RI Komisi IX, Emanuel Melkiades Laka Lena disambut baik Wakil Bupati Natuna, Ngrsti Yuni Suprapti  bersama pejabat teras Natuna, Kamis (13/2) di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna.

Dalam acara tersebut, Ngesti menyampaikan perlunya pembenahan aspek dari sektor kesehatanvterutama penambahan tenaga medis, agar pelayanan kesehatan di  Natuna dapat dimaksimalkan.

“Apalagi kita adanya WNI dari Wuhan yang menjalani masa observasi di Natuna selama 14 hari, mudah-mudahan semua baik-baik saja hingga akhir observasi,” terang Ngesti.

Ngesti mengaku, Kedatangan DPR RI Komisi IX membawa berkah untuk pembangunan Natuna dan ia sangat mengapresiasi akan hal ini. Ia berharap Komisi IX mau menyuarakan ke Pemerintah Pusat dengan melihat potensi dari berbagai sektor yang ada di Natuna.

“Kita punya 15 Kecamatan dan jumlah penduduk yang banyak, kita sudah punya rumah sakit tipe c, namun kita kekurangan tenaga medis. Dengan kehadiran bapak dan ibu semua bisa cek langsung tempat yang kita sebutkan, namun rapat ini kita tekankan menyangkut kesehatan dan tidak menutup kemungkinan hal-hal lain kita sampaikan,” ujar Ngesti.

Di kesempatan yang sama Ketua tim komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan, bahwa UUD 1945 telah mengatur kesehatan kehidupan berbangsa adalah upaya bersama, apalagi dari ancaman penyakit menular seperti virus corona.

“Kedatangan kita kesini untuk memastikan kesehatan masyarakat Natuna dan WNI dari Wuhan yang di observasi selama 14 hari disini, bersama tenaga ahli kita akan lihat perkembangan kesehatan observasi WNI dari Wuhan. Begitu juga masyarakat serta penanganannya maupun cara mengatasinya,” ucap Emanuel.

Lebih lanjut Emanuel mengatakan, dari 20 negara yang terkena dampak virus corona per 10 Februai 2020 korban meninggal 1000 lebih, tentu kita harus menanggulangi bersama agar virus corona ini tidak mengancam kehidupan bamgsa kita.

Kejadian kemarin sempat membuat masyarakat Natuna gaduh dan resah akibat keputusan Pemerintah Pusat tiba-tiba menempatkan observasi WNI dari Wuhan RRT di Natuna.
Pemerintah Pusat harus mengambil keputusan cepat saat itu, sebab Pemerintah Cina hanya memberikan waktu 1 hari masa penjemputan WNI dari Wuhan, jadi waktu dan keputusan harus diambil secepatnya.

“Percayalah bahwa Pemerintah Indonesia tidak membiarkan Natuna dalam hal ini, semua sudah ada kajiannya dan terimakasih karena masyarakat Natuna membuka hati untuk menerima WNI dari Wuhan disini untuk di observasi,” katanya.

Kami hadir disini membuktikan satu rasa, satu bangsa dan satu darah, tanah tumpah Indonesia.

“Kita sudah lihat saudara kita yang di observasi semua baik-baik saja. Kemarin kita usir kapal Cina dari perairan laut Natuna, sekarang kita usir virus corona dari Natuna untuk Indonesia,” tukasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tje Tjep Yudiana mengatakan, bahwa Pemprov Kepri hadir untuk Natuna dalam menangani persoalan observasi WNI dari Wuhan RRT, salah satunya ketika Dinas Kesehatan Natuna membutuhkan masker untuk masyarakat, termasuk penambahan tenaga medis atau dokter dan kami selalu sampaikan segala keperluan kesehatan kepada pihak Kementerian Kesehatan, dimana rumah sakit Natuna akan terus dibantu kementerian kesehatan selama observasi.

Pemprov Kepri juga sudah melakukan pencegahan di seluruh pelabuhan Kepulauan Riau, kita buat terma scan terma scall, jika ada gejala panas dan batuk maka petugas medis kita langsung lakukan penanganan. Termasuk terhadap 6 warga Tanjung Pinang yang tersebar di medsos kena virus corona, sampai sekarang kita lakukan observasi di rumahnya dan mereka baik baik saja, dan teknisnya mereka tidak bisa keluar rumah dan dalam pengawasan.

J”adi kegaduhan terjadi akibat masyarakat terlalu cemas, tapi percayalah bahwa Pemerintah Pusat dan Pemprov Kepri hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menangani masalah ini,” jelasnya dihadapan Komisi IX DPR RI. (Red)